Prospek Penjualan Asuransi Online, Tawarkan Kemudahan, Kenyamanan

Teknologi semakin mendekatkan pemasar dengan konsumen. Industri asuransi pun tak mau ketinggalan, ikut memanfaatkan jalur digital untuk memasarkan produk. Digital memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan konvensional.

Saat ini, jumlah pengguna internet di tanah air mencapai angka 72 juta orang. Dan, data Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan, nilai transaksi e-commerce mencapai angka fantastis, yakni Rp 130 triliun pada 2015.

Beberapa perusahaan asuransi melihat digital sebagai peluang kanal pemsaran baru.

Conothnya, FWD Life yang mengklaim sebagai pionir asuransi digital ikut ambil bagian di era digital. Mereka sejak berdiri 2015 lalu telah menerapkan platform ini, sejalan dengan visi perusahaan, mengubah cara pandang masyarakat dalam berasuransi.

Berangkat dari angka-angka fantastis penetrasi internet di Indonesia tersebut, FWD Life melihat ada peluang untuk meningkatkan jumlah nasabah mereka.

Data-data itu menjadi kesempatan sekaligus kekuatan bagi anak usaha FWD Group ini maupun perusahaan asuransi lainnya untuk terus maju serta mengembangkan jalur distribusi mereka secara online.

Di era modern yang serba cepat dan digital saat ini, PT AXA Life Indonesia juga melihat kanal online sebagai salah satu jalur yang efektif untuk dikembangkan. Apalagi, saat ini ecommerce dan teknologi finansial (tekfin) mulai menjamur dan akan semakin berkembang di masa depan.

Soalnya, anak usaha AXA Group ini ingin solusi asuransi menjadi sesuatu yang inklusif atawa bisa dinikmati dan didapatkan siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Termasuk, masyarakat lebih muda yang dekat dengan dunia digital.

Kelebihan Digital

Kelebihannya tentu saja efisiensi. Sebab, jalur digital membuat sesuatu menjadi lebih cepat, mudah, dan praktis. Alhasil, masyarakat bisa membeli solusi perlindungan dari perusahaan asuransi secara online di kanal e-commerce mereka atau pihak ketiga yang menjadi mitra.

Penawaran produk lewat online juga punya kelebihan dari sisi kenyamanan dan pengalaman pengguna. Tentu, kenyamanan dan pengalaman orang akan sangat berbeda jika dikejar-kejar untuk membeli asuransi. Sekarang, tanpa dikejar-kejar pun mereka memiliki proteksi.

Memasarkannya harus pas sesuai momen. Bukan cuma membeli produk asuransi, hal yang sama juga berlaku dalam proses pengajuan klaim.

AXA Life, misalnya, memiliki fitur Just Tell Us Claim yang akan membantu nasabah mereka dalam mengajukan klaim tanpa perlu mengirim bukti fisik. Cukup mengunggah semua dokumen terkait dan proses klaim bisa dilanjutkan.

Ya, melalui kanal online, dalam pengajuan klaim bukan nasabah yang melakukan banyak pekerjaan. Namun, perusahaan asuransi yang bakal melakukan pekerjaan. Hanya, untuk beberapa risiko saja pengajuan klaim bisa lewat jalur online.

Produk Harus Simpel

Selain itu, perusahaan asuransi masih menggunakan jalur distribusi online untuk menjual produk asuransi yang simpel dan hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk membeli.

Produk-produk yang ditawarkan melalui jalur e-commerce hanya memiliki dua pertanyaan underwriting. Meski begitu, ada tantangan yang harus perusahaan asuransi hadapi dalam melakoni pemasaran online.

Yakni, di Indonesia belum setiap orang memiliki akses ke jalur digital. Khususnya, yang tidak tinggal di kota besar.

Tapi, dengan pertumbuhan pemasaran produk asuransi via jalur online di masa depan. Pemerintah telah berkomitmen untuk membangun infrastruktur yang menunjang digital seperti jaringan fiber optik, proyek Palapa Ring, dan kapasitas bandwidth yang diperbesar.

Memang, dibanding penjualan secara konvensional, pemasaran produk asuransi lewat jalur online belum terlalu signifikan. Tapi, situasi ini akan terus berubah. Kelak, orang akan lebih cenderung membeli produk asuransi tanpa perantara pihak lain seperti agen.

Akan timbul segmen konsumen yang lebih suka untuk melakukan pembelian asuransi sendiri. Mereka melakukannya sendiri, lebih percaya pada referensi temantemannya. Nah, ini pasar yang dituju perusahaan asuransi.

Prospek penjualan asuransi via online tentu sangat luas lantaran setengah penduduk kita merupakan pengguna internet. Ini adalah pangsa pasar yang luas sekali, dengan tingkat penetrasi asuransi di Indonesia yang masih terbilang sangat rendah.

Tambah lagi, saat ini memasuki era digital yang mengadopsi teknologi keuangan. Kemajuan bidang teknologi ini akan memberikan dampak positif terhadap berbagai aspek termasuk ekonomi dan sosial.

Kemudian, banyak inovasi baru yang mampu memberikan berbagai kemudahan dalam berasuransi. Sehingga, masyarakat tidak lagi enggan untuk mengurus asuransi karena ada cara yang lebih sederhana, mudah, juga cepat.

Melalui jalur distribusi e-commerce, mereka bisa membantu masyarakat dalam mendapatkan pengalaman berasuransi yang cepat, mudah, lagi nyaman.

Maklum, salah satu permasalahan dari penetrasi asuransi di Indonesia yang rendah ialah, masih kuatnya persepsi masyarakat terhadap asuransi sebagai produk keuangan yang sulit dipahami, rumit, berbelit.

Seperti apa perusahaan asuransi memasarkan produknya secara online, yuk, tengok strategi dan cara mereka.

FWD Life

Sejak 2015, FWD Life memakai jalur distribusi online sendiri yakni www.ifwd.co.id. Melalui kanal ini, mereka merespon perubahan gaya hidup dan kebutuhan masyarakat untuk memiliki lebih banyak pilihan, baik produk, layanan, maupun pendekatan baru dalam berasuransi.

E-commerce dirancang untuk memberikan nasabah kemudahan dan pendekatan yang nyaman dalam mengakses perlindungan asuransi jiwa melalui inovasi digital. Hanya, produk yang FWD Life jual di sini merupakan produk-produk asuransi yang simpel.

Masyarakat bisa membeli tiga produk yang FWD Life tawarkan melalui jalur online. Ada Bebas Aksi dan Bebas Aksi Flash untuk asuransi kecelakaan. Serta, Bebas Rencana untuk asuransi jiwa berjangka.

Proses pembelian ketiga produk itu cukup sederhana.

Pertama-tama, calon nasabah mengakses www.ifwd.co.id. Selanjutnya, mereka bisa memilih produk asuransi sesuai dengan kebutuhan.

Lewat situs FWD Life, calon nasabah juga dapat melihat pertanggungan dan manfaat dari produk. Jika sudah memutuskan pilihan, calon nasabah harus mengisi data pribadi.

Setelah itu, tinggal menyetujui arahan persetujuan dan langsung melakukan pembayaran melalui payment gateway yang telah tersedia. Polis akan dikirimkan secara elektronik dan hardcopy.

Proses pengajuan klaim juga bisa via online. Nasabah bisa mengakses tahapan prosedurnya secara lengkap melalui www.fwd.co.id dan memilih fitur Prosedur Pengajuan Klaim.

Bahkan, layanan klaim FWD Life juga bisa nasabah akses kapan saja dan di mana saja.

Layanan real time melalui LiveChat dan Whatsapp tersedia selama 7 hari 24 jam. Saat ini, jalur distribusi e-commerce dan bancassurance baru menyumbang 10% dari total pendapatan premi baru FWD Life.

Simas Net

Sejak awal beroperasi pada Januari 2015 lalu, Simas Net (Simasnet) menjual produk asuransi mereka menggunakan teknologi. Mereka mengklaim sebagai asuransi berbasis online pertama di Indonesia.

Awalnya, Simasnet menjajakan produknya lewat website sendiri, asuransisimasnet.com. Kemudian, mereka menggunakan beberapa kanal lain.

Misalnya, bekerjasama dengan e-commerce yang mereka sebut sebagai afinity partner, seperti sama Go-Jek lewat pasarpolis. com sebagai perantara.

Jadi, Simasnet menyediakan produk asuransi bagi pengemudi Go-Car. Lalu, ada asuransi kesehatan untuk pengemudi Go-Jek. Simasnet akan memotong premi dari dompet elektronik (e-wallet) mereka.

Intinya, asuransi ini berhubungan lewat konsep house to house. Ketika ada transaksi, langsung kami proses, lalu kami memberikan polis dalam bentuk softcopy.

Simasnet juga bermitra dengan beberapa perusahaan Fintech. Sebut saja, Cermati untuk produk asuransi mobil. Simasnet juga menggandeng perusahaan tekfin berbasis peer-to-peer (P2P) lending, misalnya, danamas.com untuk produk asuransi pinjaman.

Lalu, dengan e-commerce akulaku.com. Model kerjasamanya adalah business-to-business-to-consumer (B2B2C). E-commerce punya konsumen. Konsumen mereka jadi segmen pasar kami.

Simasnet berkongsi pula dengan agregator asuransi yakni portal yang menyediakan simulasi pembelian asuransi. Jadi, konsumen bisa menghitung sendiri, berapa benefit yang mereka butuhkan dan besaran preminya. Konsumen juga dapat membeli produk asuransi di situs itu.

Agregator yang menjadi mitra Simasnet antara lain premi.com, futureready.com, serta rajapremi.com. Total, mereka bekerjasama dengan lebih dari 25 mitra. Hingga akhir tahun, total mitra bisa bertambah menjadi 30.

Porsi penjualan lewat website Simasnet hanya sekitar 30% dari total pendapatan premi. Sedang lewat kanal mitra mencapai 70%.

Simas tidak cuma mengandalkan jualan sendiri. Mereka membangun ekosistem yang lalulintasnya sudah hidup.

Dalam distribusinya, mereka menggandeng mitra yang cocok dengan produk-produk mereka.. Contohnya, perusahaan asuransi sulit menjual asuransi perjalanan. Makanya, Simasnet bekerjasama dengan portal penjualan tiket pesawat.

Pemilihan mitra pun jelas tidak sembarangan. Cuma yang paling penting adalah sinergi.

Kalau sinergi ada, tentu ada produk yang bisa dikerjasamakan. Buktinya, Simasnet berkongsi dengan portal binatang peliharaan, pets.id.

Mereka lantas membuat produk asuransi untuk anjing dan kucing peliharaan. Soalnya, pets.id menyediakan layanan grooming dan klinik. Sementara Simasnet menyediakan asuransi. Jadi, ekosistemnya harus ketemu.

Dalam waktu dekat, anak usaha PT Asuransi Sinar Mas ini akan meluncurkan produk asuransi perjalanan tanpa perlu mengajukan klaim. Jadi, ketika jadwal penerbangan tertunda, mereka otomatis mengirimkan notifikasi ke konsumen bahwa pesawat terlambat dan langsung mengirimkan kompensasi.

AXA Life

Perusahaan asuransi ini juga memiliki kanal online sendiri bertajuk AXA Direct, yang bisa Anda akses melalui www.axadirect.co.id.

Anda dapat memilih langsung produk yang AXA Life tawarkan sesuai kebutuhannya melalui portal tersebut. Hampir semua produk asuransi kesehatan dan jiwa besutan AXA Life bisa masyarakat dapatkan di jalur online.

Dengan proses pembelian yang mudah untuk diikuti calon nasabah.

Memang, AXA Life masih fokus menjual produk yang mudah dibeli dan terjangkau via jalur digital. Tapi, tidak menutup kemungkinan ke depan lebih banyak produk yang mereka pasarkan secara online.

Untuk bisa membeli produk AXA Life, Anda juga bisa melalui situs mereka. Kemudian, pilih fitur Solusi Kami dan ikuti setiap langkahnya. Untuk program promosi, Anda cukup masuk ke fitur Promo Beli Online.

Selain fitur Beli Asuransi, AXA Direct juga memiliki banyak fitur lain seperti Klaim Online juga artikel yang menginspirasi masyarakat untuk hidup sehat.
Bukan hanya itu, AXA Life juga menyediakan fitur hiburan semisal health meter. Dengan fitur ini, masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya berdasar perhitungan yang AXA Life lakukan.

Untuk klaim pun, nasabah bisa melakukannya secara online. AXA LIFE punya fitur Just Tell Us Claim. Nasabah bisa mengajukan klaim tanpa perlu mengirimkan bukti fisik dengan cukup mengunggah semua dokumen terkait, kemudian klaim dilanjutkan prosesnya.

Nasabah juga bisa mengajukan klaim melalui WhatsApp, dengan cara mengirimkan foto dokumen klaim.Memudahkan nasabah dan mempercepat proses pengajuan klaim.

Kontribusi pendapatan premi AXA Life dari kanal online sejauh ini sangat positif. Soalnya, masyarakat sekarang semakin melek dengan dunia digital. Mereka juga mulai paham akan pentingnya memiliki perlindungan guna mengantisipasi risiko di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *