4 Tips Antisipasi Dalam Perencanaan Keuangan Keluarga

Setiap awal bulan, Anda berhasil menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk ditabung. Namun di akhir bulan tabungan tersebut terpakai juga karena ada hal-hal yang tak terduga. Bagaimana mengatasi hal-hal tidak terduga dalam rencana keuangan keluarga ?

Pengeluaran tak terduga kerap kali tidak dianggarkan dalam rencana pengeluaran bulanan. Padahal, pengeluaran yang bersifat insidentil sejatinya hampir selalu terjadi setiap bulan.

Bagaimana mengatasinya ?

Sebagai langkah awal, Anda perlu memisahkan pengeluaran tak terduga karena bersifat insidentil dengan yang rutin.

Misalnya, hadiah undangan hajatan, keluarga yang butuh bantuan, anak yang tiba-tiba merengek minta dibelikan mainan, ataupun pengeluaran yang terjadi lantaran ada musibah.

Solusi untuk perencanaan keuangan rumahtangga sebaiknya mengikuti pola pengeluaran yang selama ini terjadi.

Untuk pengeluaran insidentil, saya sarankan agar Anda mengalokasikan dana hingga 10% dari penghasilan bulanan. Sehingga, ada dana taktis yang bisa Anda gunakan saban bulan untuk berbagai keperluan yang tidak diketahui sebelumnya.

Sedang untuk pengeluaran karena musibah, saya menyarankan Anda untuk menyiapkan dana darurat dan juga proteksi atas risiko berupa asuransi.

Berikut adalah empat persiapan yang bisa Anda lakukan:

#1 Dana Darurat

Dana ini adalah sebuah alokasi terpisah yang ditempatkan di aset likuid, seperti tabungan maupun reksadana pasar uang.

Dana darurat baru digunakan untuk kondisi musibah atau mendadak yang jumlahnya besar, serta tidak dapat penggantian dari klaim asuransi.

Panduan umumnya, dana darurat bisa digunakan jika keuntungan usaha bulan tertentu menurun, terjadi kondisi PHK, proyek berkurang untuk pekerja lepas alias freelancer, atau dana talangan.

Setiap orang pasti membutuhkan perencanaan dana darurat.

Secara umum, kebutuhan saldo dana darurat untuk lajang adalah tiga hingga empat kali pengeluaran rutin bulanan. Jika sudah menikah, maka butuh enam kali pengeluaran rutin bulanan. Sementara yang sudah punya anak butuh 9–12 kali pengeluaran rutin bulanan.

Bagi rumahtangga yang mendapat penghasilan dari pekerjaan lepas atawa keluarga dengan kondisi kebutuhan khusus, dana darurat minimal 12 kali pengeluaran rutin.

Sudahkah Anda menghitung dengan benar kebutuhan dana darurat untuk rumahtangga?

Jangan kuatir jika saldo saat ini masih jauh dari ideal atau bahkan nilainya masih nol. Tentu, kalau belum pernah menganggarkan dana darurat, tidak mungkin bisa langsung mencapai angka itu.

Yang terpenting, mulai sekarang dana darurat disisihkan secara berkala dan terus konsisten hingga kebutuhan ideal tercapai.

#2 Asuransi Kesehatan

Saran saya, setiap orang memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.

Terlepas dari pelayanan yang berbeda dengan asuransi kesehatan biasa, program ini tetap bisa memberikan jaminan layanan kesehatan bagi berbagai kalangan masyarakat.

Usahakan agar Anda tidak terlewat dalam masa pembayaran iuran peserta. Sehingga, kepesertaan Anda tidak hilang. Baca klausul

#3 Asuransi Rumah

Bila sudah memiliki rumah tinggal, saya sarankan, agar Anda juga memiliki asuransi rumah.

Umumnya, perlindungan yang diberikan mencakup fire (kebakaran), lightning (petir), explosion (ledakan), aircraft (kejatuhan pesawat), dan smoke (asap) yang oleh industri asuransi dikenal dengan singkatan FLEXAS.

Perhatikan, bahwa polis berjenis standar umumnya tidak memproteksi kerugian akibat angin, topan, badai, dan air. Anda harus membayar premi tambahan untuk klausul endorsemen bencana alam.

Punya asuransi property all risk? Jangan senang dulu. Baca secara seksama klausulnya. Jangan sampai Anda mendapati klausul ini: “excluding flood, typhoon, storm & water damage.”

Terlebih, jika rumah Anda berada di daerah langganan banjir, minta tambahan temporary accommodation clause untuk mengganti biaya mengungsi sementara di losmen, hotel, atau tempat lain.

#4 Asuransi Kendaraan Bermotor

Saat Anda membuat bujet untuk membeli mobil, pastikan juga memasukkan unsur biaya premi kendaraan bermotor.

Perhatikan, bahwa jenis perlindungan standar sudah pasti tidak akan memberikan penggantian rugi karena banjir.

Untuk itu, asuransi mobil Anda harus diperluas dengan endorsemen bencana alam. Nah, bagaimana agar klaim penggantian tetap bisa diterima jika kendaraan Anda terkena musibah banjir?

Bacalah polis Anda dengan seksama lantaran klaim banjir juga ada syaratnya. Ambil contoh, kendaraan menerjang banjir, umumnya klaim tidak akan diganti. Klaim banjir untuk kendaraan biasanya hanya untuk kendaraan yang terendam di garasi atau lokasi penyimpanan standar.

Jika Anda termasuk yang terkena musibah banjir, dokumentasikan kondisi aset Anda dan usahakan untuk tidak memindahkan barang yang rusak hingga disurvei pihak asuransi.

Kesimpulan

Kemungkinan pengeluaran tidak terduga senantiasa ada. Karena itulah hidup.

Tugas kita adalah menyiapkan antisipasi atas resiko – resiko tersebut. Sehingga saat datang, kita sudah siap menghadapinya.

Kuncinya ada dua. Dana Darurat dan Asuransi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *