Daftar Reksadana Pasar Uang Terbaik 2017

Reksadana pasar uang jadi kendaraan investasi alternatif bagi para investor yang menginginkan risiko rendah. Cocok buat investor pemula yang masih malu-malu terjun ke dunia Reksadana. Siapa Reksadana Pasar Uang terbaik di 2017 ?

Kinerja reksadana berbasis instrumen pasar uang ini dalam satu tahun terakhir terbilang menjanjikan. Produk reksadana jenis ini yang memberikan imbal hasil (return) di atas bunga deposito perbankan.

Sebut saja, Syailendra Dana Kas yang mencetak imbal hasil 7,29% per akhir Juni lalu. Imbal hasil Sucorinvest Money Market Fund lebih tinggi lagi, mencapai 7,86%.

Kedua produk ini masuk dalam daftar Reksadana Pasar Uang terbaik menurut pemeringkatan Bareksa dan KONTAN untuk jangka waktu satu tahun.

Hanya, langkah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan menjadi tantangan bagi kinerja reksadana pasar uang ke depan. Jumat (22/9) pekan lalu, bank sentral kembali menggunting BI 7-day repo rate jadi 4,25%. Tahun ini, BI sudah dua kali mengerek turun suku bunga acuan, yang pertama 22 Agustus lalu.

Akibat penurunan bunga acuan tersebut, imbal hasil reksadana pasar uang menurun. Meski begitu, manajer investasi tentu tak kehilangan akal.

Dengan penurunan suku bunga BI, maka strategi penempatan dana kelolaan reksadana pasar uang juga berubah. Investasi digeser ke deposito tenor tiga bulan sampai enam bulan saja, sebelumnya ada yang sebulan. Karena, beberapa bank masih memberikan bunga yang lumayan.

Tapi di sisi lain, tren suku bunga rendah menjadi katalis positif bagi obligasi. Sebab, penurunan suku bunga akan berimbas pada yield obligasi yang rendah, terutama obligasi negara.

Selain deposito, reksadana pasar uang juga berinvestasi di obligasi yang jatuh tempo di bawah satu tahun, baik pemerintah maupun swasta. Strategi meningkatkan porsi obligasi dalam penempatan dana kelolaan bisa jadi pilihan ketika suku bunga sedang turun.

Alhasil, reksadana pasar uang masih prospektif bagi nasabah ritel konservatif yang menghindari risiko tinggi.

Bagaimana, Anda tertarik mencoba berinvestasi di reksadana pasar uang? Beberapa produk jawara yang masuk dalam daftar lima besar pemeringkatan Bareksa dan KONTAN bisa jadi pilihan Anda.

Sucorinvest Money Market Fund

Produk racikan Sucorinvest Asset ini duduk di peringkat ketiga untuk kategori dana kelolaan Rp 25 miliar–Rp 400 miliar.

Namun, Sucorinvest Money Market Fund mengukir imbal hasil paling tinggi, 7,86%. Sedang sejak awal tahun hingga Senin (26/9) lalu atawa year to date (ytd), data Bareksa menunjukkan, produk yang mulai dipasarkan Oktober 2014 tersebut sudah memberikan imbal hasil sebesar 6,07%.

Manajer investasi yang berdiri 1997 silam ini menargetkan imbal hasil produknya sebesar 7,8% hingga akhir tahun nanti. Sementara untuk setahun ke depan, targetnya adalah 7,4%.

Di saat yang sama, Sucorinvest Money Market Fund diklaim mampu memberikan tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang singkat.

Memang, penurunan suku bunga acuan BI dikhawatirkan bakal menyeret turun bunga deposito perbankan. Ini tentu berdampak negatif bagi Sucorinvest Money Market Fund yang menempatkan dana kelolaan di obligasi dan deposito.

Apalagi, porsi deposito mencaplok 65% dana kelolaan, sisanya yang 35% pada obligasi. Untuk menjaga likuiditas, penempatan dana kelolaan lebih banyak di deposito dengan tenor satu tahun.

Cuma, seiring dengan perkembangan kondisi pasar, Sucorinvest Asset mengubah strategi, dengan memperbanyak investasi di deposito tenor tiga dan enam bulan. Tentu, anak usaha PT Sucorinvest Inti Investama ini turut mengambil peluang kenaikan harga obligasi akibat penurunan suku bunga acuan.

Investor yang berminat membeli produk ini, perlu menyiapkan minimal Rp 250.000 untuk pembelian awal. Tidak ada pungutan biaya pembelian, penjualan kembali, ataupun pengalihan. Jemmy menargetkan, total dana kelolaan produknya hingga akhir tahun nanti bisa mencapai angka Rp 1 triliun.

Capital Money Market Fund

Posisi Capital Money Market Fund satu peringkat di bawah Sucorinvest Money Market Fund untuk kategori yang sama.

Meski belum genap dua tahun, produk besutan Capital Asset ini sudah bisa menghasilkan keuntungan sebesar 7,2%.

Produk yang meluncur Desember 2015 lalu tersebut bertujuan untuk menghasilkan tingkat pertumbuhan yang optimal dalam jangka waktu pendek dan menengah, dengan likuiditas yang tinggi.

Bareksa mencatat, secara ytd Capital Money Market Fund telah mencetak imbal hasil 5,01%. Untuk mendulang imbal hasil yang maksimal, Desmon menjelaskan, perusahaannya menempatkan dana kelolaan pada deposito atau produk perbankan yang memberi bunga minimal 7,5%.

Dengan kondisi saat ini, memang sulit mencari deposito dengan bunga tinggi. Tapi secara berkala, manajer investasi yang beroperasi sejak 2013 lalu ini akan mengukur tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) dan rasio permodalan (CAR) bank yang mereka pilih.

Untuk penempatan dana di obligasi bertenor di bawah satu tahun, Capital Asset sudah jarang menerapkan strategi investasi ini. Sebab, mereka ingin meminimalisir risiko.

Setelah BI menurunkan suku bunga acuan, otomatis bank memangkas biaya dananya. Ini sebenarnya sudah tercermin dalam tren penurunan bunga sepanjang 2017.

Bank kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV biasanya menurunkan biaya dana paling cepat. Untuk itu, Capital Asset akan menghindari bank kategori ini dan lebih memilih masuk ke bank kategori BUKU II dan III, lalu golongan B, C, D.

Mengacu fund fact sheet, lima besar portofolio investasi Capital Money Market Fund per Juni 2017 ada di deposito Bank Bukopin, Bank Kepri, Bank Mandiri Taspen, Bank Kaltim, dan Bank Panin Syariah.

Hanya, dengan penurunan suku bunga acuan lagi, maka reksadana pasar uang akan sulit menemukan katalis positifnya. Untuk itu, target imbal hasil Capital Money Market Fund tahun ini cuma 7%, tidak jauh dari bunga deposito bank.

Untuk membeli produk ini, setoran awal minimal Rp 1 juta dan selanjutnya Rp 100.000. Investor bebas biaya pembelian serta penjualan kembali.

Hingga ujung tahun, Capital Money Market Fund menargetkan dana kelolaan Rp 900 miliar. Tapi per Juli, dana kelolaan sudah mencapai Rp 1,9 triliun atau melebihi target.

Syailendra Dana Kas

Syailendra Dana Kas merupakan juara kedua kategori dana kelolaan di atas Rp 400 miliar. Secara ytd, menurut data Bareksa, produk yang dirilis Juni 2015 lalu ini sudah memberi imbal hasil sebesar 5,3%.

Syailendra Dana Kas menempatkan dana kelolaan pada deposito dan obligasi dengan tarif pajak lebih rendah lantaran berinvestasi melalui reksadana. Faktor ini membuat produk tersebut mampu memberikan imbal hasil yang tinggi.

Manajer investasi yang mulai berkegiatan sejak awal 2007 ini menaruh semua dana kelolaan produknya pada instrumen pasar uang dengan tenor di bawah satu tahun. Untuk penempatan deposito, misalnya, mayoritas ada di bank pembangunan daerah (BPD) BUKU II.

Sedangkan untuk obligasi, pilihannya rating AAA, AA, juga A. Syailendra Capital bakal terus menerapkan strategi investasi itu dalam jangka panjang.

Memang, penurunan suku bunga akan membatasi imbal hasil reksadana pasar uang. Tetapi, Syailendra Capital memiliki strategi: meningkatkan porsi obligasi guna mengimbangi penurunan bunga deposito.

Adapun target imbal hasil Syailendra Dana Kas tahun ini ada di kisaran 7%–7,2%. Awalnya, Syailendra Capital mematok target dana kelolaan produknya mencapai Rp 1,5 triliun pada 2017.

Investor yang tertarik dengan produk ini hanya perlu menyiapkan dana minimal Rp 100.000 untuk pembelian awal. Cuma, ada biaya pembelian maksimal 1%. Sementara untuk penjualan kembali bebas biaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *